Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Mobil Bekas hingga Rental Topang Kinerja Grup Saratoga (MPMX) 2024

Emiten terafiliasi grup Saratoga (MPMX) mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2024, didorong oleh penjualan mobil bekas hingga sewa kendaraan.
Jajaran direksi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX). Emiten terafiliasi grup tersebut mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2024, didorong oleh penjualan mobil bekas hingga rental kendaraan. /Bisnis-Rizqi Rajendra
Jajaran direksi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX). Emiten terafiliasi grup tersebut mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2024, didorong oleh penjualan mobil bekas hingga rental kendaraan. /Bisnis-Rizqi Rajendra

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten terafiliasi grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2024, didorong oleh berbagai segmen bisnis seperti penjualan mobil bekas hingga sewa kendaraan (rental).

Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan, kinerja perseroan tetap bertumbuh meskipun kondisi ekonomi global pada tahun lalu melambat, ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, hingga dampak perubahan iklim.

"Kinerja MPMX selama 2024 bertumbuh positif, didorong oleh pertumbuhan volume penjualan," ujar Suwito dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/3/2025).

Menilik laporan keuangannya, MPMX mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp15,77 triliun pada 2024, atau naik 13,8% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Sementara itu, laba bersih sebesar Rp582,49 miliar pada 2024, naik 10,8% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp525,63 miliar.

Secara terperinci, pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14,3% YoY menjadi Rp14,5 triliun.

Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 745.000 unit, mencerminkan pertumbuhan sebesar 9,9% YoY, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 4% YoY.

Selain itu, bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 203.000 unit atau naik sebesar 16,6% YoY, didorong oleh meningkatnya permintaan. Sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 10,9% YoY.

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 16.000 unit dengan tingkat utilisasi 91% yang sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi.

Di lain sisi, penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sebesar 4,1% YoY menjadi 3.688 unit yang sebagian besar disumbangkan oleh mobil komersial.

Suwito mengatakan, pada 2024 bisnis mobil bekas menghadapi tantangan dengan banyaknya stok mobil bekas di pasaran sehingga berimbas pada harga jual yang lebih rendah, dan juga terimbas dari melemahnya bisnis logistik sehingga sulit untuk menjual tipe mobil tertentu seperti Blind Van.

"Ke depannya perusahaan akan meningkatkan kontribusi mobil penumpang dengan memaksimalkan jaringan lokasi lelang kami," pungkasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper