Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat, Saham BMRI, AMMN & BREN Naik ke Zona Hijau

IHSG dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Kamis (27/2/2025).
Pengunjung beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/1/2025)./IBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/1/2025)./IBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Kamis (27/2/2025). Saham BMRI, AMMN, hingga BREN menguat ke zona hijau.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka stagnan pada posisi 6.606,17 dan bergerak ke zona hijau sesaat setelahnya. IHSG sempat bergerak di rentang 6.609-6.624 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 201 saham menguat, 71 saham melemah, dan 208 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau menjadi Rp11.497 triliun.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terpantau menjadi salah satu saham yang menguat pagi ini. Saham BMRI tercatat menguat 0,41% ke level Rp4.940 per saham.

Kemudian saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,68% ke level Rp6.700 per saham pagi ini. Begitu juga dengan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang menguat 1,17% ke level Rp6.500 per saham.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan sejumlah saham bluechip yang tertekan dalam beberapa hari terakhir mulai terindikasi memasuki fase konsolidasi, seperti BBCA dan BBRI atau technical rebound, dan juga BBNI, BMRI, UNVR dan TLKM. 

"Pergerakan tersebut dapat mengindikasikan kondisi bahwa pasar sudah mulai mencerna pembentukan Danantara secara lebih objektif," ucapnya.

Sementara itu, dari eksternal, sentimen yang berkembang masih relatif serupa dengan kondisi awal pekan ini, yaitu terkait isu tarif dan arah kebijakan the Fed.

Presiden AS, Donald Trump mempertahankan rencana implementasi tarif untuk Kanada dan Meksiko, bahkan berpotensi meluas ke Uni Eropa.

Trump juga mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25% untuk barang-barang asal Uni Eropa. Rencana-rencana tersebut sangat menarik mengingat ketiganya selama ini dikenal sebagai mitra dagang dekat AS.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper