Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,87% menjadi 7.375,8 pada akhir perdagangan sesi I siang ini pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan data RTI Business, Senin (21/7/2025), IHSG yang dibuka 7.366,3 sempat turun di titik terendah level 7.306,8 dan bergerak di rentang tertinggi 7.385,1.
Tercatat sebanyak 286 saham menguat, 302 saham melemah, dan 215 saham stagnan. Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp13.249,49 triliun.
Sejumlah saham bank jumbo terpantau kompak mengalami pelemahan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,3% ke level 8.400 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,49% menjadi 4.100.
Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) parkir sementara di zona merah di level 3.840 usai turun 0,52% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 1,05% ke level 4.690.
Sementara itu, gerak saham dua emiten yang bakal melakukan pembagian dividen jumbo pada pekan ini, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) justru berbeda arah.
Baca Juga
ICBP mampu menguat 0,48% ke level 10.450, sedangkan GGRM justru melemah 0,27% menjadi 9.125.
Sebelumnya, Retail Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin Yunus, mengatakan bahwa pelaku akan mencermati arah kebijakan suku bunga global dan rilis kinerja emiten kuartal II/2025 sebagai sentimen utama.
Dari eksternal, para pelaku pasar disebut akan mencari tahu pertimbangan apa saja yang akan dibawa pada FOMC Meeting terkait prospek arah suku bunga.
Selanjutnya, ada sentimen S&P Global Manufacturing PMI Flash Amerika Serikat bulan Juli yang diprediksi melemah 0,5 poin dari level 52,9 ke level 52,4.
“Sementara itu, dari domestik, para pelaku pasar menanti hasil kinerja emiten di kuartal kedua atau semester I/2025 yang berpotensi menjadi sentimen bagi harga saham emiten tersebut,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (21/7/2025).
Dia pun memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.150 dan resistance 7.400, setelah sepanjang pekan lalu bergerak cenderung menguat 3,75% dalam rentang 7.071 hingga berakhir di level 7.312.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.