Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp17.050 per Dolar AS Awal Pekan Depan

Rupiah diperkirakan akan dibuka menyentuh level Rp17.050 pada perdagangan awal pekan depan imbas dari sejumlah sentimen global.
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah ke level Rp17.050 per dolar AS awal pekan depan. Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global. 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah menyentuh level Rp17.006 pada perdagangan Jumat malam (4/4/2025) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Menurut Ibrahim, banyak data fundamental yang memengaruhi pelemahan rupiah.

"Salah satunya adalah rilis data tenaga kerja di Amerika yang berada di luar ekspektasi, lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya," ucap Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).

Sentimen selanjutnya adalah The Fed yang memberikan testimoni pada Jumat malam. The Fed menyatakan bahwa terlalu dini untuk menurunkan suku bunga saat ini dalam kondisi ekonomi global sedang bermasalah dan inflasi yangi masih tetap tinggi.

"Sehingga yang tadinya The Fed yang akan menurunkan suku bunga pada tahun 2025 sebanyak 3 kali, 75 basis poin, ada kemungkinan besar ini hanya tinggal mimpi. Ini yang membuat indeks dolar kembali lagi mengalami penguatan yang cukup signifikan," ucapnya. 

Menurut Ibrahim, penurunan suku bunga menunggu dampak dari perang dagang.

Sentimen selanjutnya adalah masalah perang dagang. Ibrahim menuturkan, kondisi perang dagang saat ini hampir semua negara terkena dampak peningkatan biaya impor dari Trump. Salah satunya adalah Indonesia terkena dampak biaya impor sebesar 32%. 

"Kami melihat bahwa negara-negara lain melakukan perlawanan terhadap apa yang dilakukan oleh Amerika, Indonesia melakukan negosiasi. Nah, seharusnya Indonesia melakukan perlawanan juga dengan memberikan biaya impor 32% terhadap produk-produk impor dari Amerika," tuturnya. 

Akan tetapi, kenyataannya Indonesia tidak melakukan perlawanan terhadap tarif Trump. 

Sentimen lain yang juga memengaruhi pergerakan rupiah adalah geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang terus memanas.

Ibrahim juga memperkirakan Bank Indonesia kemungkinan besar, pada awal pekan depan akan melakukan triple intervensi. Ibrahim juga memperkirakan rupiah pada saat pembukaan pasar pada Senin (7/4/2025) akan menembus level Rp17.050 per dolar AS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper