Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ITMG Cetak Laba Rp6,1 Triliun, Produksi Batu Bara Tembus 24 Juta Ton

Indo Tambangraya Megah (ITMG) mencetak laba bersih US$374 juta atau setara Rp6,1 triliun, dengan produksi batu bara mencapai 24 juta ton sepanjang 2024.
Ilustrasi Kapal Tongkang batu bara /ANTARA-Nova Wahyudi
Ilustrasi Kapal Tongkang batu bara /ANTARA-Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2024. ITMG mencetak laba bersih US$374,11 juta atau setara Rp6,13 triliun dengan produksi batu bara 24 juta ton sepanjang 2024. 

Berdasarkan laporan keuangannya, ITMG mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$2,30 miliar, atau setara Rp37,76 triliun sepanjang 2024. Pendapatan bersih ini turun 2,94% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp2,37 miliar.

Manajemen ITMG menyampaikan volume penjualan batu bara perseroan mencapai 24 juta ton, meningkat signifikan sebesar 15% year-on-year sekalipun harga jual rata-rata batu bara (ASP) turun 16% year-on-year sejalan dengan normalisasi harga batu bara.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ITMG turun 1,6% menjadi US$1,6 miliar, dari sebelumnya sebesar US$1,63 miliar secara tahunan atau year on year.

ITMG tercatat mencetak laba kotor sebesar US$698,8 juta, dari sebelumnya sebesar US$742,5 juta. Laba kotor ini turun 5,89% secara tahunan.

Alhasil laba bersih ITMG tergerus menjadi US$374,11 juta atau setara Rp6,13 triliun, dari sebelumnya sebesar US$500,3 juta pada tahun 2023. Laba bersih ini turun 25,23% secara tahunan.

Laba per saham ITMG juga ikut turun menjadi US$0,33 per saham, dari sebelumnya sebesar US$0,44 per saham.

Manajemen ITMG juga menyampaikan total aset perseroan pada akhir Desember 2024 naik menjadi US$2,40 miliar, meningkat 10% year-on-year dibandingkan dengan akhir tahun 2023 sebesar US$2,18 miliar.

Sementara itu, saldo kas meningkat 16% year-on-year menjadi US$990 juta dari US$851 juta pada akhir tahun 2023. Per 31 Desember 2024, kas dan setara kas masih menjadi porsi terbesar dari total aset perusahaan sebesar 41%.

Total liabilitas meningkat menjadi US$473 juta pada akhir tahun 2024 dari US$399 juta pada akhir tahun 2023, seiring dengan peningkatan utang usaha dan pinjaman bank jangka panjang.

Pada akhir Desember 2024, jumlah ekuitas mencapai US$1,93 miliar, meningkat 8% dari US$1,78 miliar per 31 Desember 2023.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper