Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Emas ANTM, BRMS hingga ARCI Kompak Merah Jelang Peluncuran Bullion Bank

Saham emiten tambang dan pengolahan emas seperti ANTM, BRMS hingga ARCI kompak merah jelang peluncuran Bullion Bank atau Bank Emas oleh Presiden Prabowo.
Karyawan menata emas di Butik Antam, Jakarta, Senin (30/9/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan menata emas di Butik Antam, Jakarta, Senin (30/9/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten tambang dan pengolahan emas seperti ANTM, BRMS hingga ARCI kompak memerah pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (26/2/2025) jelang peluncuran Bullion Bank atau Bank Emas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Melnasir data Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 0,92% ke level Rp1.620 per saham. Kendati demikian, saham ANTM tercatat menguat 4,85% sejak awal tahun. 

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga kompak melemah dengan penurunan masing-masing 1,14% dan 3,96%. Saham AMMN terpantau parkir di level Rp6.500 per saham dan BRMS di level Rp388 per saham.

Saham Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga cenderung bergerak minor dengan koreksi masing-masing 1,17% dan 0,75%. 

Tak ketinggalan, emiten tambang J Resources (PSAB) juga terkoreksi 3,55% atau 10 poin ke level harga Rp272 per lembar. Kendati begitu, sepanjang tahun berjalan 2025 saham PSAB telah naik 11,48%.

Di sisi lain, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) terpantau mengalami penguatan sebesar 0,93% atau 5 poin ke level Rp540 per saham. Sepanjang tahun berjalan 2025 emiten perhiasan emas itu juga telah melonjak 64,63%.

Sebelumnya, peresmian Bank Emas oleh Presiden RI Prabowo Subianto hari ini, Rabu (26/2/2025), diproyeksi menjadi katalis positif bagi saham emiten yang menjalankan bisnis tambang emas.

Analis sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan bahwa peresmian Bank Emas akan menjadi katalis positif bagi emiten tambang logam seperti ANTM, HRTA dan BRMS.

Dia mengatakan bahwa Bank Emas berdampak positif bagi ANTM, mengingat perusahaan itu salah satu pemain utama dalam industri emas di Indonesia. 

"Dengan Bullion Bank, permintaan terhadap emas fisik dan produk turunannya dapat meningkat, yang pada gilirannya bisa memperbaiki margin keuntungan ANTM," katanya kepada Bisnis, Selasa (25/2/2025).

Selanjutnya untuk HRTA sebagai produsen dan distributor perhiasan emas, akan memiliki peluang besar untuk mendapatkan manfaat dari Bullion Bank atau Bank Emas.

Hendra menyebut dengan akses permodalan yang lebih baik serta kemudahan dalam transaksi emas, HRTA dapat meningkatkan volume penjualan yang pada akhirnya memperbaiki prospek bisnisnya.

Lebih lanjut, dia mengungkap apabila sentimen positif dari Bullion Bank terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan saham HRTA juga akan ikut terdorong ke arah yang lebih baik.  

Untuk BRMS sebagai emiten yang fokus pada eksplorasi dan produksi emas, juga berpotensi diuntungkan dari stabilitas harga emas yang lebih terjaga serta potensi peningkatan investasi pada sektor tersebut.

Selain emiten terkait pertambangan, Hendra juga melihat emiten bank seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang telah mendapatkan izin untuk menjalankan kegiatan usaha Bullion berpotensi mendapatkan keuntungan besar, terutama dalam hal peningkatan transaksi berbasis emas, baik dalam bentuk tabungan, investasi, maupun pembiayaan berbasis emas.

Meski Bullion Bank menjadi katalis positif, masih ada beberapa tantangan yang tetap harus diperhatikan ke depan, seperti regulasi ketat terkait transaksi emas, dan volatilitas harga emas global.

Belum lagi, efektivitas implementasi dari Bullion Bank itu sendiri perlu dicermati dalam mendorong pertumbuhan sektor emas domestik. 

"Apabila pasar melihat implementasi Bullion Bank berjalan lancar dan memberikan dampak nyata, maka saham-saham terkait emas berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang," ucapnya.

Senada dengan itu, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah mengatakan adanya Bullion Bank atau Bank Emas, maka permintaan dari sisi emas diperkirakan akan meningkat seiring dengan kenaikan harga emas internasional. 

"Perusahaan seperti ANTM dan HRTA yang memang menjadi salah satu yang terimbas dari permintaan emas ini seharusnya akan mendapatkan sentimen yang positif," ujarnya.

Menurutnya hal yang perlu diperhatikan saat ini adalah ekspektasi perkiraan permintaan dari sisi lokal yang akan berimbas pada potensi penjualan kedua emiten tersebut.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper