Bisnis.com, JAKARTA— PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengestimasi volume produksi emas perseroan pada 2025 akan anjlok sejalan dengan peralihan penambangan dari fase 7 ke fase 8.
Sepanjang 2024, AMMN merealisasikan produksi emas sebanyak 802.749 ons atau meningkat 73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 463.467 ons.
“Untuk 2025, kami mengantisipasi produksi konsentrat sebanyak 430.000 ton kering yang diproyeksikan mengandung 228 juta pon tembaga dan 90.000 ons emas,” tulis manajemen AMMN dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/4/2025).
Manajemen AMMN menjelaskan bahwa produksi logam yang lebih rendah pada tahun ini karena perseroan beralih dari penambangan bijih segar di fase 7 ke penambangan material batuan penutup di fase 8.
Bijih yang diproses sebagian besar akan berasal dari stockpile dan bijih segar berkadar rendah dari lingkaran luar fase 8. Bijih tersebut diestimasi memiliki kandungan tembaga dan emas lebih rendah daripada bijih dasar yang terletak di dasar tambang fase 7 dan fase 8.
“Saat kami mencapai inti bijih fase 8 pada 2026, produksi logam akan meningkat secara signifikan diperkirakan melampaui kinerja historis.”
Di sisi kinerja keuangan, Amman Mineral Internasional membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$636,89 juta pada 2024, melonjak 152,59% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan laba US$252,14 juta pada 2023.
Direktur Utama Amman Mineral Alexander Ramlie menjelaskan capaian AMMN pada 2024 melampaui ekspektasi. AMMN mencatatkan peningkatan signifikan dalam produktivitas tambang dan produksi tembaga, emas, serta konsentrat, masing-masing melampaui panduan kinerja sebesar 6%, 7%, dan 6%.
“Pada 2024 menjadi tonggak sejarah bagi produksi emas di Batu Hijau, yang sebagian besar disebabkan oleh bijih berkadar tinggi dari fase 7 serta fokus tanpa henti pada efisiensi yang terus menjaga posisi AMMAN sebagai salah satu produsen tembaga berbiaya terendah di dunia," kata Alexander dalam keterangan tertulis pada Kamis (20/3/2025).
Emiten kongsi keluarga Panigoro & Grup Salim ini pun mencatatkan penjualan bersih naik 30,99% YoY menjadi US$2,66 miliar pada 2024. Raupan penjualan bersih ditopang oleh penjualan tembaga bersih sebesar US$1,19 miliar, naik 4,39% YoY. Kemudian, penjualan emas bersih naik 65,47% YoY menjadi US$1,46 miliar.