Bisnis.com, JAKARTA—Produsen furnitur, PT Chitose Internasional berencana melepas sebanyak-banyaknya 300 juta saham ke publik atau sebanyak 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum.
Seperti dikutip dari prospektus ringkas yang diterbitkan, Rabu (4/6/2014), Chitose telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).
Perseroan membuka masa penawaran awal mulai besok, 5 Juni hingga 11 Juni 2014. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 18 Juni 2014.
Selanjutnya, masa penawaran dibuka pada 20 Juni dan 23 Juni 2014. Perseroan menargetkan bisa mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (listing) pada 27 Juni 2014.
Saat ini, sebanyak 97,75% saham Chitose dimiliki oleh PT Tritirta Inti Mandiri, lalu PT Bina Analisindo Semesta sebanyak 1,75% dan sisanya dimiliki oleh Benny Sutjianto sebesar 0,5%.
Setelah IPO, publik akan memiliki saham Chitose 30%, lalu saham Tritirta akan terdilusi menjadi 68,43%, Bina Analisindo menjadi 1,22%, dan saham Benny Sutjianto menjadi 0,35%.
Produsen furnitur berskala besar ini memiliki pabrik di Cimahi, Jawa Barat yang berkapasitas 1,3 juta unit per tahun. Pabrik ini mampu menghasilkan lebih dari 300 varian produk.