Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Buyback Emas Antam Naik 33,84% hingga Minggu (31/8)

Harga buyback emas Antam naik 33,84% menjadi Rp1.827.000 pada 31/8/2025, meski masih di bawah rekor tertinggi Rp1.888.000. Kenaikan ini didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan harga buyback emas Antam terpantau mengalami kenaikan dua digit hingga Minggu (31/8/2025).

Berdasarkan data Logam Mulia, harga buyback emas Antam menguat Rp17.000 ke Rp1.827.000 hingga Minggu (31/8/2025). Posisi itu mencerminkan kenaikan 33,84% dari awal tahun ini di Rp1.365.000.

Kendati demikian, harga buyback emas Antam masih terpaut dari rekor tertinggi sepanjang (all time high/ATH) di Rp1.888.000 pada 22 April 2025.

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, harga emas global dilaporkan menutup pekan dan bulan Agustus 2025 dengan lonjakan tajam, menorehkan rekor baru seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve.

Sepanjang pekan ini, harga emas di pasar spot menguat lebih dari 2% dibandingkan pekan lalu dan ditutup di level US$3.443,50 per troy ounce. Adapun sepanjang Agustus 2025, harga emas menguat 4,7%.

Kontrak berjangka emas Desember di Comex yang menjadi acuan utama pasar juga menguat hampir 3% menjadi US$3.511,50 per troy ounce dalam sepekan.

Melansir Kitco Metals, Sabtu (30/8/2025), kepala analis MarketGauge Michele Schneider menyebut sinyal beli emas muncul usai pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium tahunan Jackson Hole.

Dalam pidatonya, Powell menekankan pergeseran fokus kebijakan dari sekadar menekan inflasi menuju upaya menahan perlambatan ekonomi dan pelemahan pasar tenaga kerja.

“Powell memberi sinyal kepada pasar bahwa ia tidak lagi terlalu ngotot membawa inflasi kembali ke 2%. Fokus utamanya kini ada pada kondisi ekonomi dan tenaga kerja,” ujar Schneider seperti dikutip Kitco.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro