Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Melesat Rekor Tertinggi Pekan Ini, Dipicu Harapan The Fed Pangkas Suku Bunga

Harga emas mencapai rekor tertinggi di Agustus 2025, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah pidato Jerome Powell di simposium Jackson Hole.
Pengiriman emas batangan perdana PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Antam/Dok. Freeport Indonesia
Pengiriman emas batangan perdana PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Antam/Dok. Freeport Indonesia
Ringkasan Berita
  • Harga emas global mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve.
  • Pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole mengisyaratkan fokus baru pada ekonomi dan pasar tenaga kerja, memicu sinyal beli emas di pasar.
  • Peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan September meningkat menjadi hampir 89%, sementara investor mencari lindung nilai melalui ETF emas.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global menutup pekan dan bulan Agustus 2025 dengan lonjakan tajam, menorehkan rekor baru seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve.

Sepanjang pekan ini, harga emas di pasar spot menguat lebih dari 2% dibandingkan pekan lalu dan ditutup di level US$3.443,50 per troy ounce. Adapun sepanjang Agustus 2025, harga emas menguat 4,7%.

Kontrak berjangka emas Desember di Comex yang menjadi acuan utama pasar juga menguat hampir 3% menjadi US$3.511,50 per troy ounce dalam sepekan.

Melansir Kitco Metals, Sabtu (30/8/2025), kepala analis MarketGauge Michele Schneider menyebut sinyal beli emas muncul usai pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium tahunan Jackson Hole.

Dalam pidatonya, Powell menekankan pergeseran fokus kebijakan dari sekadar menekan inflasi menuju upaya menahan perlambatan ekonomi dan pelemahan pasar tenaga kerja.

“Powell memberi sinyal kepada pasar bahwa ia tidak lagi terlalu ngotot membawa inflasi kembali ke 2%. Fokus utamanya kini ada pada kondisi ekonomi dan tenaga kerja,” ujar Schneider seperti dikutip Kitco.

Data terbaru Departemen Perdagangan AS mengonfirmasi inflasi tetap sejalan dengan ekspektasi. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, yang menjadi tolok ukur inflasi favorit The Fed, naik 2,9% dalam 12 bulan hingga Juli. Meski demikian, pasar hampir sepenuhnya sudah memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed pada September.

CIO Northlight Asset Management Chris Zaccarelli menilai peluang pemangkasan 25 basis poin nyaris pasti, kecuali laporan PPI dan CPI pada 9–11 September menunjukkan lonjakan inflasi yang besar.

Di sisi lain, Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, menilai tren emas masih positif dalam jangka pendek.

“Harga emas akan lebih meyakinkan jika mampu bertahan di atas US$3.500 per ons,” katanya, seraya menambahkan bahwa reli emas dan perak belakangan ini menunjukkan pasar mulai mengantisipasi risiko stagflasi.

Menurut FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan September kini meningkat menjadi hampir 89%, naik dari 85% sebelum data inflasi dirilis.

Melansir Reuters, selain faktor suku bunga, ketidakpastian seputar independensi The Fed juga menambah sentimen positif bagi emas.

Commerzbank mencatat, masuknya dana ke ETF emas hampir 15 ton dalam dua hari terakhir menunjukkan investor mencari aset lindung nilai. Meski demikian, bank tersebut menilai ruang penguatan emas di atas US$3.400 semakin terbatas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro