Bisnis.com, JAKARTA — PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menggandeng anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) untuk transaksi logam mulia emas.
Ong Deny, Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi, mengatakan perseroan telah menandatangani kerja sama jual beli logam mulia emas dengan PT Sumbawa Jutaraya pada 28 Agustus 2025.
Sebagai informasi, PT Sumbawa Jutaraya merupakan anak usaha emiten Grup Astra UNTR. Merujuk laporan keuangan UNTR, PT Sumbawa Jutaraya bergerak di bidang konsesi penambangan emas yang beroperasi komersial sejak 2024. Jumlah aset PT Sumbawa Jutaraya sebelum eliminasi tercatat Rp3,26 triliun per 30 Juni 2025.
“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak,” tulisnya dalam keterbukaan informasi.
Deny menyampaikan kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi di pasar logam mulia, serta mendorong peningkatan kinerja operasional.
Berdasarkan catatan Bisnis, HRTA membidik kenaikan pendapatan hingga 47% pada tahun ini, memanfaatkan momentum penguatan harga logam mulia.
Untuk mengejar target tersebut, HRTA akan menambah 100 toko baru sepanjang 2025. Harapannya penambahan toko tersebut bisa membantu perseroan merealisasikan target pendapatan 47% atau sekitar Rp27 triliun dengan target laba naik 35% atau Rp600 miliar tahun ini.
Presiden Direktur Hartadinata Sandra Sunanto menerangkan perseroan akan fokus ekspansi pelebaran jaringan toko pada tahun ini. Dia menyebut perseroan tidak memiliki rencana ekspansif untuk pengembangan produk baru di luar emas.
“Kami melihat ekspansi kami pada 2025 ini sebetulnya lebih ke arah peningkatan jumlah retail kami, toko-toko retail, juga peningkatan jumlah unit-unit gadainya kami,” katanya dalam paparan publik, Kamis (12/6/2025).
Sementara itu, Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma mengatakan saat ini UNTR sedang dalam fokus ke bisnis pertambangan mineral. Pengembangan sudah dijalankan ke dalam dua komoditas tambang mineral, yakni emas dan nikel.
Di bisnis tambang emas, perseroan mengandalkan dua anak usahanya, yaitu PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR). Pada 2025, UNTR membidik total produksi emas sebanyak 24.000 ons.