Bisnis.com, JAKARTA —Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan sementara atau suspensi terhadap lima saham sekaligus mulai perdagangan hari ini, Jumat (25/8/2025).
Lima saham yang mengalami suspensi ialah PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM), PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE), PT Link Net Tbk. (LINK), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. mengatakan suspensi terhadap lima saham tersebut dilakukan seiring dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Yulianto dan Pande menyampaikan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham STRK, SMKM, NINE, LINK, dan JARR di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 29 Agustus 2025 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.
Berdasarkan data BEI, saham JARR melejit dalam sebulan terakhir dari posisi Rp436 pada 28 Juli 2025 ke posisi Rp1.665 per saham pada 28 Agustus 2025. Artinya, saham JARR meroket 281,88% dalam sebulan.
Ini merupakan kali kedua saham emiten perkebunan sawit dan produsen crude palm oil (CPO) milik konglomerat Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam disuspensi BEI. Sebelumnya, BEI juga menggembok saham JARR pada perdagangan 27 Agustus 2025 dan dibuka sehari setelahnya.
Sementara itu, saham LINK terpantau melonjak 119,82% dalam sebulan ke posisi Rp3.770 per saham hingga 28 Agustus 2025. Pada saat yang sama, saham NINE melejit dari posisi Rp92 pada 28 Juli 2025 ke posisi Rp310 per saham atau naik 236,95% dalam sebulan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.