Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen fasilitas pengeboran minyak, PT OBM Drilchem Tbk. (OBMD) membukukan penurunan laba bersih sebesar 21,06% year on year (YoY) pada semester I/2025. Laba bersih ini susut seiring dengan penjualan yang juga kontraksi.
Berdasarkan laporan keuangan, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp83,43 miliar pada periode Januari-Juni 2025, turun 10,41% YoY dibandingkan dengan penjualan bersih semester I/2024 sebesar Rp93,13 miliar.
Bila dibedah, penjualan untuk pasar domestik mencapai Rp44,08 miliar, atau terpangkas 37,18% YoY dari Rp70,18 miliar pada semester I/2024. Sebaliknya, penjualan untuk ekspor melesat 71,46% YoY, dari Rp22,95 miliar pada semester I/2024 menjadi Rp39,35 miliar di semester I/2025.
Bila ditilik berdasarkan pelanggan dengan share penjualan lebih dari 10%, penjualan OMBD ke PT Bariod Indonesia pada semester I/2025 terkoreksi 17,17% YoY dari Rp19,46 miliar menjadi Rp16,12 miliar.
Sementara itu, penjualan ke perusahaan asal India, M/s. Oil and Natural Gas Corporation LTD. meningkat 71% YoY dari Rp16,28 miliar menjadi Rp27,85 miliar.
Penurunan penjualan perusahaan ini dibarengi dengan penurunan beban pokok penjualan sebesar 63,19% YoY dari Rp12,59 miliar menjadi Rp4,51 miliar. Alhasil, aba kotor perusahaan terkoreksi tipis, hanya 2,41% YoY dari Rp80,87 miliar menjadi Rp78,92 miliar.
Baca Juga
Kinerja top line yang lesu tersebut membuat sisi bottom line terpangkas. OBMD mencatat laba bersih setelah pajak penghasilan dalam semester I/2025 sebesar Rp21,36 miliar. Jumlahnya terkoreksi 21,06% YoY dibandingkan dengan laba bersih semester I/2024 sebesar Rp27,06 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, aset perseroan meningkat 11,40% YoY dari Rp201,43 miliar menjadi Rp224,39 miliar. Rinciannya, ekuitas tumbuh 20,26% menjadi Rp195,39 miliar, sementara liabilitas turun 25,67% ke Rp28,95 miliar.
Menilik kinerjanya di lantai bursa, kapitalisasi pasar OBMD pada perdagangan terakhir mencapai Rp257,92 miliar. Saham OBMD saat ini dibanderol Rp320 per saham, mencerminkan penguatan 2,56% pada perdagangan Jumat (29/8/2025), atau melesat 42,85% sejak awal tahun.
Lonjakan harga saham di perdagangan terakhir selaras dengan capaian net buy asing sebesar Rp21,2 juta, namun sejak awal tahun menorehkan net sell asing sebesar Rp144 juta.