Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat (29/8) Ditutup Melemah ke Rp16.499 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah 0,90% ke Rp16.499 per dolar AS akibat ketegangan sosial-politik dalam negeri dan penguatan ekonomi AS.
Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (15/7/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (15/7/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (29/8/2025) ditutup melemah. Longsornya nilai tukar mata uang Garuda tehadap dolar terjadi di tengah situasi sosial-politik yang memanas di dalam negeri akibat demonstrasi yang berujung jatuhnya korban sipil.  

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terdepresiasi 0,90% ke Rp16.499,50 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS menguat 0,12% ke 97,93.

Dari data mata uang negara Asia yang dicatat Bloomberg, hampir semua mata uang melemah. Yen Jepang melemah 0,05%, dolar Singapura melemah 0,16%, dolar Taiwan melemah 0,06%, won Korea Selatan melemah 0,51%, dan peso Philipina melemah 0,05%.

Selanjutnya, rupee India melemah 0,90%, yuan China melemah 0,03%, ringgit Malaysia melemah 0,20%, hingga baht Thailand melemah 0,27%.

Sebaliknya, mata uang negara Asia yang menguat terhadap dolar AS hari ini hanya dolar Hong Kong yang terapresiasi 0,02%.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS akan berlanjut pada perdagangan Senin pekan depan. Menurutnya, sentimen yang menyertai pergerakan mata uang rupiah di perdagangan adalah kondisi sosial dan politik dalam negeri yang memanas sejak Kamis lalu.

"Ketegangan sosial dan politik dalam negeri yang memanas sejak Kamis (28/8/2025) terus akan memanas. Apalagi, bumbu-bumbu sebelumnya di mana pemerintah akan memberikan tunjangan untuk perumahan terhadap DPR, ini pun juga membuat satu ketegangan tersendiri," ujar Ibrahim dalam analisanya, Jumat (29/8/2025).

Ibrahim melihat kondisi ini akan semakin panas, imbas adanya korban jiwa pada aksi demonstrasi kemarin. Selain itu, menurutnya birokrasi yang kental dengan kolusi dan nepotisme juga membuat kecemburuan tersendiri bagi para profesional lainnya yang selama ini masih belum memiliki pekerjaan.

"Sehingga wajar ketimpangan semakin tajam dalam pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini," tegasnya.

Sementara dari sentimen global, data yang dirilis Amerika Serikat menunjukkan ekonomi negara Paman Sam tersebut tumbuh pesat. Indikasinya, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan penggangguran menurun yang menyiratkan penguatan pasar tenaga kerja.

Selain itu, PDB kuartal II tahun ini di AS menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3%, melampaui proyeksi pertumbuhan di level 3,1% dari posisi semula di 3,0%. Selain itu, klaim pengangguran awal juga turun menjadi 229.000, sedikit lebih baik dari konsensus yang meramal di level 230.000.

Katalis berikutnya tidak jauh dari perkembangan Bank Sentral, di mana Gubernur The Fed, Lisa Cook yang telah dipecat Trump mengajukan gugatan dan memicu pertikaian bersejarah atas independensi bank sentral AS. Polemik tersebut mewarnai keputusan The Fed untuk menetapkan suku bunga pada September nanti.

Dengan semua faktor yang dia jabarkan itu, Ibrahim memprediksi rupiah di hari pertama perdagangan pekan depan akan terdepresiasi lagi.

"Untuk perdagangan Senin depan mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp16.490-Rp16.520," pungkasnya.

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual Forex. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro