Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adaro Andalan (AADI) Cetak Laba Rp6,91 Triliun, Anjlok 50% Semester I/2025

PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp6,91 triliun pada semester I/2025, sejalan dengan pendapatan yang turun.
Manajemen PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) memantau papan perdagangan usai seremoni pencatatan saham perdana perseroan di BEI, Kamis (5/12/2024)./adaro
Manajemen PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) memantau papan perdagangan usai seremoni pencatatan saham perdana perseroan di BEI, Kamis (5/12/2024)./adaro

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) membukukan penurunan laba bersih pada semester I/2025 sejalan dengan pendapatan yang menyusut. 

Sepanjang Januari—Juni 2025, AADI membukukan pendapatan usaha sebesar US$2,39 miliar. Jumlah itu turun 9,67% year-on-year dari US$2,65 miliar pada semester I/2024. 

Pendapatan AADI dari penjualan batu bara mencapai US$2,29 miliar, logistik US$90,82 juta, dan lainnya US$15 juta. Mayoritas pendapatan AADI bersumber dari penjualan batu bara ekspor kepada pihak ketiga sebesar US$1,86 miliar. Namun, jumlahnya lebih rendah dari US$2,11 miliar pada 6 bulan pertama tahun lalu. 

Pada semester I/2025, Adaro Andalan Indonesia membukukan beban pokok pendapatan US$1,7 miliar, beban usaha US$114,24 juta, beban keuangan US$32,99 juta, serta beban pajak penghasilan US$114,31 miliar.

Di sisi bottom line, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih AADI tercatat turun cukup tajam. Laba bersih yang dikantongi AADI sebesar turun 50,09% YoY dari US$858,92 juta pada semester I/2024 menjadi US$428,68 juta pada semester I/2025.

Dengan asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, laba bersih AADI setara dengan Rp6,91 triliun.  

Perseroan mencatat pada 23 Juli 2025, PT Kaltara Power Indonesia dan KAI mendirikan entitas anak bernama PT Kaltara Power Services (KPS). KPS akan menjalankan usaha di bidang jasa penunjang pembangkit tenaga listrik. 

Pada 2025, AADI membidik volume penjualan sebanyak 65 juta ton sampai 67 juta ton batu bara termal. Adapun, rasio nisbah kupas diperkirakan 4,3 kali atau secara YoY setara dengan pada 2024.

Emiten yang masuk dalam indeks MSCI mid cap itu mengalokasikan belanja modal sebesar US$250 juta—US$300 juta pada tahun ini. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro