Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Astra Agro (AALI) Incar Produksi CPO 1,2 Juta Ton Sepanjang 2025

Pada 2025, Astra Agro (AALI) menargetkan total lahan sawit tertanam seluas 284.831 hektare (ha).
Ilustrasi kumpulan buah sawit yang telah lepas dari tandan sebelum dikirim ke pabrik kelapa sawit. / Bisnis-Annasa Rizki Kamalina
Ilustrasi kumpulan buah sawit yang telah lepas dari tandan sebelum dikirim ke pabrik kelapa sawit. / Bisnis-Annasa Rizki Kamalina

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menargetkan volume produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 1,2 juta ton pada 2025. 

Target itu lebih tinggi dari realisasi produksi CPO pada 2024 sebanyak 1,12 juta ton. Namun, target itu sama dengan produksi pada 2023 sebanyak 1,27 juta ton. 

Dalam Laporan Tahunan 2024, manajemen AALI menyampaikan bahwa Oil World masih memprediksi bahwa produktivitas minyak nabati dunia pada 2025 masih mengalami penurunan. Penurunan itu tidak sejalan dengan kebutuhan yang meningkat setiap tahunnya sehingga dapat menciptakan kenaikan harga minyak nabati. 

Selain itu, Indonesia sebagai pemasok minyak sawit terbesar di dunia memperlihatkan tren peningkatan konsumsi dalam negeri yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pangan dan oleochemical, serta program biodiesel.

Mengutip Director Godrej International Ltd Dorab Mistry, harga CPO pada semester I/2025 diperkirakan menembus level 5.000 ringgit Malaysia per ton.

Peningkatan harga terjadi seiring dengan menurunnya produksi di Indonesia dan Thailand. Tren kenaikan harga CPO diperkirakan masih berlanjut akan berdampak pada level kompetitif dengan minyak nabati lainnya.

Dalam menghadapi tantangan pada 2025, AALI akan fokus dalam melakukan replanting menggunakan bibit unggul milik perseroan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. 

AALI juga menggunakan ASTEMIC sebagai pupuk organik yang berkelanjutan dan lebih efisien secara biaya, serta melakukan penelitian melalui tim R&D yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. 

Pada 2025, AALI menargetkan total lahan sawit tertanam seluas 284.831 hektare (ha). Pada saat yang sama, total produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti dan plasma sebanyak 3,85 juta ton.  

AALI juga menargetkan yield TBS inti mencapai 16,2 ton per ha. Adapun, total produksi CPO Astra Agro ditargetkan sebanyak 1,2 juta ton pada 2025. 

Sebelumnya, Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary Astra Agro Lestari Tinging Sukowignjo mengatakan peningkatan produktivitas kebun ini sejalan dengan upaya AALI agar bisa tetap efisien dalam pengeluaran, unggul pada operasional, serta selalu mampu berinovasi.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga kinerja keuangan yang sehat sekaligus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan," ujar Tingning dalam keterangan resminya, Kamis (27/3/2025).

Dia menambahkan AALI tetap optimistis menghadapi tantangan di masa mendatang dan berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper