Bisnis.com, JAKARTA — PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengusulkan pengangkatan Yasmin S. Wirjawan sebagai Komisaris dalam RUPS yang akan dilaksanakan pada 25 April 2025.
Dalam RUPS tersebut, salah satu mata acara yang akan dibahas ialah perubahan susunan pengurus perseroan. Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama Pandu Sjahrir mengundurkan diri karena ditunjuk sebagai Chief of Investment BPI Danantara.
Sementara itu, Bambang P.S. Brodjonegoro melepas dari kursi Komisaris TOBA karena dilantik sebagai Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI).
“Perseroan akan mengusulkan kepada RUPS untuk memperoleh persetujuan atas perubahan susunan pengurus perseroan termasuk dan/atau sehubungan dengan pengunduran diri direksi dan dewan komisaris perseroan dan pengangkatan pengurus perseroan yang baru,” tulis pengumuman TOBA yang dikutip Jumat (4/4/2025).
Berdasarkan materi rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) TBS Energi, perseroan mengusulkan sosok Yasmin S. Wirjawan sebagai calon Komisaris. Apabila mendapatkan persetujuan pemegang saham TOBA, Yasmin akan menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Bambang Brodjonegoro.
Yasmin merupakan istri mantan Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM Gita Wirjawan. Perempuan berusia 56 tahun itu baru saja mendapat gelar Doctor of Education dalam bidang Kepemimpinan dan Inovasi dari New York University pada 2024.
Sebelumnya, Yasmin menempuh pendidikan Bachelor of Arts dalam bidang Administrasi Bisnis International dari American University of Paris pada 1992, Master of Science dalam bidang Keuangan dari Brandeis University pada 2020, dan Master of Science dalam bidang Manajemen dan Sistem dari New York University pada 2020.
Yasmin pernah penjabat sebagai Direktur Pemeringkatan Korporat & Infrastruktur S&P Global pada 2001–2010, Penasehat Pefindo 2010—2016, dan Komisaris Independen PT XL Axiata Tbk. (EXCL) pada 2011—2024.
Nantinya, Yasmin bakal rangkap jabatan dengan sejumlah posisi di perusahaan lain. Tiga di antaranya ialah Penasehat di Sweef Capital dan Ancora Group, serta CEO Ancora Foundation.