Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Umumkan Tarif Impor, Harga Minyak Mentah Jatuh

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 07.20 WIB, harga minyak mentah jenis Brent anjlok 3,08% ke posisi US$72,64 per barel.
Tangki penyimpanan minyak di Midland, Texas, AS, pada hari Kamis, 3 Oktober 2024./Bloomberg-Anthony Prieto
Tangki penyimpanan minyak di Midland, Texas, AS, pada hari Kamis, 3 Oktober 2024./Bloomberg-Anthony Prieto

Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak mentah di pasar komoditas global anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 07.20 WIB, harga minyak mentah jenis Brent anjlok 2,31 poin atau 3,08% ke posisi US$72,64 per barel. 

Pada saat yang sama, harga minyak mentah WTI merosot 2,3 poin atau 3,21% ke posisi US$69,41 per barel. 

Tak hanya minyak, harga RBOB Gasoline juga anjlok 3,78% menjadi US$224,29 sen per galon dan harga gas alam di bursa Nymex merosot 1,68% ke level US$3,99 per MMBtu. 

Berdasarkan catatan Bloomberg, harga minyak mentah langsung jatuh pada perdagangan pagi ini di kawasan Asia. Kontrak berjangka minyak turun lebih dari 2% dengan minyak WTI jauh di bawah US$70 per barel. 

“Kejatuhan harga minyak dipengaruhi oleh ketakutan penurunan permintaan dan risiko perang dagang,” tulis Bloomberg, dikutip Kamis (3/4/2025). 

Meski begitu, Bloomberg mencatat ada sedikit harapan dari produsen dan traders minyak. Dua negara pemasok minyak terbesar ke AS, Kanada dan Meksiko terlepas dari tarif resiprokal yang diatur dalam perjanjian dagang USMCA North American. Perjanjian itu ditandatangani dalam pemerintahan Donald Trump sebelumnya untuk menggantikan North American Free Trade Agreement.

Dalam sebuah acara di Rose Garden, Gedung Putih pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat, Donald Trump mengatakan dirinya akan menerapkan tarif minimum 10% pada semua eksportir ke AS dan mengenakan bea masuk tambahan pada sekitar 60 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan atau defisit neraca perdagangan terbesar dengan AS.

“Selama bertahun-tahun, warga negara Amerika yang bekerja keras dipaksa untuk duduk di pinggir lapangan ketika negara-negara lain menjadi kaya dan berkuasa, sebagian besar dengan mengorbankan kita. Namun kini giliran kita untuk makmur,” kata Trump dilansir dari Bloomberg.

Tarif timbal balik atau “resiprokal” yang lebih tinggi yang menargetkan negara-negara yang oleh pemerintahan Trump dicap sebagai pelanggar terburuk didasarkan pada penghitungan pemerintah atas pungutan dan hambatan non-tarif yang diberlakukan oleh negara-negara tersebut terhadap barang asal AS.

Di bawah rencana Trump, negara-negara yang menghadapi tarif yang lebih tinggi dan disesuaikan akan dikenakan pungutan sebesar setengah dari jumlah yang dihitung.

Pajak impor dasar akan berlaku mulai Sabtu (5/4/2025) dini malam dan bea masuk yang lebih tinggi akan mulai berlaku pada Rabu pekan depan atau 9 April 2025 pukul 12:01, menurut sumber pejabat administrasi senior yang membahas rencana tersebut.

Seperti diketahui, Kanada dan Meksiko sudah menghadapi tarif 25% yang terkait dengan perdagangan narkoba dan migrasi ilegal. Tarif tersebut akan tetap berlaku dan dua mitra dagang terbesar AS tersebut tidak akan terkena rezim tarif baru selama tarif terpisah masih berlaku.

Pengecualian untuk barang-barang yang tercakup dalam perjanjian perdagangan Amerika Utara yang ditengahi oleh Trump pada masa jabatan pertamanya akan tetap ada.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper