Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp980,8 miliar sepanjang 2024.
Torehan laba bersih itu anjlok 81,58% dibandingkan dengan capaian laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp5,32 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir Desember 2024, GGRM mencatat pendapatan sebesar Rp98,65 triliun, susut 17,06% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 di level Rp118,95 triliun.
Adapun, pendapatan GGRM sebagian besar berasal dari penjualan sigaret di dalam negeri, secara tahunan mengalami penurunan signifikan.
GGRM menghimpun pendapatan sebesar Rp97,33 triliun dari penjualan domestik, terkoreksi 17,13% dari pendapatan 2023 di level Rp117,45 triliun.
Sementara itu, penjualan ekspor sepanjang 2024 sebesar Rp1,31 triliun, bergerakan minus dari torehan sepanjang 2023 sebesar Rp1,49 triliun.
Baca Juga
Di sisi lain, GGRM mencatatkan biaya pokok pendapatan sebesar Rp89,27 triliun sepanjang 2024. Posisi beban itu susut 14,45% dari pencatatan beban tahun 2023 di angka Rp104,35 triliun.
Sebagian besar pos beban ini berasal dari biaya pokok penjualan rokok dan kertas karton mencapai Rp86,98 triliun sepanjang 2024.
Setelah dikurangi biaya pokok pendapatan, GGRM menghimpun laba bruto sebesar Rp9,37 triliun sepanjang 2024, susut 35,74% dari posisi laba bruto tahun 2023 sebesar Rp14,59 triliun.
Dengan demikian, laba per saham, dasar dan dilusian GGRM kini bergerak ke level Rp510, bergerak minus dari posisi tahun 2023 di angka Rp2.767.
Sementara itu, total liabilitas GGRM sampai Desember 2024 sebesar Rp23,02 triliun, berasal dari liabilitas jangka pendek mencapai Rp20,82 triliun dan jangka panjang sebesar Rp2,19 triliun.
Adapun, GGRM menghimpun total aset sepanjang 2024 sebesar Rp84,93 triliun. Posisi aset ini susut 8,12% jika dibandingkan dengan total aset 2023 sebesar Rp92,45 triliun.
Di sisi lain, GGRM mencatat total ekuitas sebesar Rp61,91 triliun sepanjang tahun lalu, bergerak naik dari posisi ekuitas tahun 2023 sebesar Rp60,86 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.