Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Turun 0,47% ke Level 6.439 Pagi Ini

IHSG dibuka turun 0,47% ke level 6.439 pada pukul 09.02 WIB, Kamis (27/3/2025).
Investor mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Investor mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi di hari perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,47% ke level 6.439 pada pukul 09.02 WIB, Kamis (27/3/2025). IHSG dibuka di zona merah pada level 6.417 dan menyentuh level tertingginya 6.466 pagi ini.

Sebanyak 169 saham menguat, 173 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di bursa mencapai Rp11.040 triliun.

Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai penguatan deretan saham bank jumbo sebelumnya yang menopang IHSG terdorong oleh momentum tebaran dividen yang diumumkan dalam RUPST.

"Penguatan IHSG masih ditopang oleh big bank di tengah gelaran RUPST yang disambut positif oleh market seiring adanya keputusan pembagian dividen," kata Felix kepada Bisnis pada Rabu (26/3/2025).

Akan tetapi, sejumlah saham seperti bank jumbo masih mencatatkan net sell asing yang besar sepanjang 2025 berjalan. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai saham bank jumbo banyak dijual karena pelaku investor cenderung bersikap wait and see terkait prospek pasar ke depan. Investor menimbang terkait dengan prospek ekonomi domestik serta stabilitas politik.

"Kebijakan langkah BI [Bank Indonesia] dalam menjaga stabilitas moneter, sekaligus mendukung ekonomi, serta perlakuan BI atas suku bunga acuan juga menjadi pertimbangan investor," kata Nafan kepada Bisnis.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Dwi Nicken Tari
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper