Kinerja CLEO
Mengutip laporan keuangannya, CLEO meraih laba Rp324,09 miliar pada 2023, naik 65,81% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari posisi Rp195,46 miliar pada 2022 lalu.
Laba CLEO itu ditopang oleh kinerja penjualan bersih yang sebesar Rp2,09 triliun, naik 24,85% YoY. Penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) botol menyumbang paling besar.
AMDK botol terdata meraih penjualan bersih sebesar 1,11 triliun atau naik 37,08 YoY. Sisanya, berasal dari penjualan bukan botol sebesar Rp944,06 miliar dan penjualan bersih lain-lain sebesar Rp34,73 miliar.
Beban pokok penjualan CLEO juga ikut terkerek tetapi dengan pertumbuhan yang lebih rendah. Beban pokok penjualan CLEO terdata sebesar Rp904,36 miliar, naik 9,43% YoY pada 2023.
Dua komponen terbesar beban pokok penjualan CLEO ialah bahan baku dan upah tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Jumlah kedua komponen beban ini menyentuh Rp710,60 miliar, atau setara dengan 78,31% dari total beban pokok penjualan CLEO 2023.
CLEO melaporkan total aset CLEO terdata senilai Rp2,29 triliun pada akhir 2023, naik 28,25% YoY. Adapun, liabilitas perseroan terdata senilai Rp781,64 miliar, naik dari posisi Rp581,13 pada akhir 2022.
Baca Juga
Liabilitas CLEO 2023 itu terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp441,89 miliar dan liabilitas jangka panjang senilai Rp449,75 miliar.
Pada liabilitas jangka panjang, utang bank jangka panjang terdata menyumbang jumlah paling besar yakni sebesar Rp239,05 miliar. Adapun, utang bank jangka pendek terdata senilai Rp173,39 miliar.