Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adaro Minerals (ADMR) Cetak Laba Bersih Rp2,28 Triliun pada Semester I/2025

Adaro Minerals (ADMR) mencatat laba bersih Rp2,28 triliun pada semester I/2025 atau turun 43,52% secara tahunan (YoY).
Direksi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) usai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (1452024). JIBIAnnisa Kurniasari Saumi.
Direksi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) usai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (1452024). JIBIAnnisa Kurniasari Saumi.
Ringkasan Berita
  • PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencatat penurunan laba bersih sebesar 43,52% menjadi US$140,49 juta atau Rp2,28 triliun pada semester I/2025.
  • Pendapatan usaha ADMR turun 26,87% menjadi US$443,94 juta, dengan kontribusi utama dari pihak berelasi dan penjualan ke pihak ketiga.
  • Total aset dan ekuitas ADMR meningkat masing-masing menjadi US$2,44 miliar dan US$1,55 miliar, meskipun laba bruto merosot 45,39%.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang afiliasi Garibaldi 'Boy' Thohir PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang semester I/2025.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, ADMR membukukan penurunan laba bersih menjadi US$140,49 juta atau setara Rp2,28 triliun (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS 30 Juni 2025).

Adapun, ADMR membukukan pendapatan usaha sebesar US$443,94 juta atau setara Rp7,20 triliun pada enam bulan pertama 2025. Pendapatan usaha ini turun 26,87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$607,03 juta.

Pendapatan ini dikontribusi oleh pendapatan dari pihak berelasi sebesar US$209,83 juta, dan pendapatan penjualan hasil tambang ke pihak ketiga sebesar US$234,11 juta.

Sementara itu, berdasarkan pelanggannya, pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10% dari total pendapatan usaha ADMR adalah pihak berelasi Adaro International Singapore sebesar US$88,6 juta.

Lalu pihak ketiga yaitu PT Risun Wei Shan Indonesia sebesar US$34,43 juta, dan Posco International Corporation senilai US$12,97 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ADMR turun 4,81% menjadi US$263,74 juta, dari sebelumnya pada semester I/2024 sebesar US$277,06 juta.

Meski begitu, laba bruto ADMR tercatat merosot 45,39% menjadi US$180,19 juta, dari sebelumnya per akhir Juni 2024 sebesar US$329,97 juta.

Setelah dukurangi berbagai macam yang diefisiensikan, laba bersih tahun berjalan ADMR yang dapat diattibuskin kepada pemilik entitas induk juga turun 43,52% secara tahunan menjadi US$140,49 juta atau setara Rp2,28 triliun. Laba bersih ini turun secara tahunan dari US$248,76 juta atau setara Rp4,03 triliun.

Hingga akhir semester I/2025, total aset ADMR tercatat meningkat menjadi US$2,44 miliar, dari sebelumnya sebesar US$2,07 miliar.

Adapun total liabilitas ADMR semester I/2025 juga tercatat naik menjadi US$891,42 juta dari sebelumnya sebesar US$571,3 pada akhir Desemebr 2024.

Total ekuitas ADMR juga tercatat naik menjadi US$1,55 miliar pada akhir Juni 2025, dari sebelumnya sebesar US$1,50 miliar pada akhir Desember 2024.

_________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro