Bisnis.com, JAKARTA --- Harga emas global terkoreksi usai pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif dasar 10% untuk semua produk impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi untuk belasan mitra dagang terbesar di negara tersebut untuk mengurangi defisit.
Mengacu data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) pukul 10.50 WIB harga emas berjangka Comex kontrak Juni 2025 turun 0,27% atau 8,5 poin ke US$3.113,2 per troy ounce.
Sementara itu, harga emas spot juga melemah sebesar 0,66% atau 20,41 poin ke US$3.094,9 per troy ounce.
Adapun, harga emas global terkoreksi setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all time high), di tengah meningkatnya kekhawatiran investor atas kebijakan tarif impor agresif yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.
Bloomberg mencatat, harga emas batangan sempat menyentuh level all time high di US$3.167,84 per troy ounce usai Trump memperkenalkan tarif impor 'timbal balik' di Gedung Putih, dengan bea masuk minimum sebesar 10% yang dapat meningkat hingga 49%.
Namun, logam mulia ini ditutup melemah 0,6% pada Kamis (3/4/2025), seiring kekhawatiran atas dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian global.
Baca Juga
Di lain sisi, pasar saham global ikut terguncang, indeks S&P 500 mencatatkan salah satu penurunan terburuk sejak pandemi Covid-19, menyusut sekitar US$2,5 triliun dalam satu hari perdagangan.
Kondisi ini menandakan bahwa meski emas sering menjadi aset lindung nilai (safe haven asset), investor tetap melakukan aksi jual demi memenuhi kebutuhan likuiditas akibat kerugian di pasar saham.
Meski demikian, prospek jangka menengah hingga panjang untuk emas dinilai masih positif. Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah menguat sekitar 20%, didorong oleh pembelian agresif dari bank sentral, tingginya permintaan di kawasan Asia, serta pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
Pada perdagangan Jumat (4/4) pagi waktu Singapura, harga emas spot terpantau berada di level US$3.113,67 per troy ounce pada pukul 08.04 waktu setempat. Emas diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan kelima secara beruntun.
Sementara itu, harga perak yang sempat terkoreksi tajam 6% pada Kamis (3/4), menjadi penurunan harian terbesar sejak Juni 2024. Komoditas logam lainnya seperti platinum dan paladium juga cenderung bergerak mendatar setelah tekanan jual pada sesi sebelumnya.