Bisnis.com, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengalirkan belanja modal senilai US$332,1 juta sepanjang 2024 untuk membiayai proyek-proyek pengembangan tambang dan pengolahan nikel.
Merujuk data perseroan, produksi INCO mencapai 71.311 ton pada 2024 atau lebih tinggi dari target tahunan sebesar 70.805 ton. Realisasi itu juga lebih tinggi 0,82% dibandingkan dengan realisasi produksi pada 2023 sebanyak 70.728 ton.
Sementara itu, volume penjualan INCO pada 2024 mencapai 72.625 ton atau lebih tinggi 2% dibandingkan dengan realisasi pada 2023.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Vale Indonesia pada 2024 tercatat sebesar US$225,9 juta. Adapun, laba bersih perseroan anjlok 78,96% year-on-year (YoY) dari US$274,33 juta pada 2023 menjadi US$57,76 juta pada 2024.
Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, menyampaikan bahwa INCO telah mengeluarkan belanja modal sekitar US$332,1 juta pada 2024. Belanja modal itu utamanya dikucurkan untuk peningkatan pengeluaran belanja modal pertumbuhan dan sustaining.
Jumlah belanja modal INCO pada 2024 lebih tinggi dibanding capital expenditure (capex) sekitar US$286,3 juta yang dikucurkan Vale Indonesia pada 2023.
Dia menjabarkan bahwa INCO mencatat momentum penting bagi pengembangan proyek-proyek strategis pada 2024, seperti Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonit.
Proyek pengembangan tambang Morowali diklaim berada di jalur yang tepat untuk mencapai 70% dari target tahunannya. Proyek itu juga ditetapkan untuk selesai tepat waktu pada kuartal III/2025 dengan belanja modal yang lebih efisien.
“Proyek HPAL Sambalagi, yang ditandatangani dengan GEM Co., Ltd. pada 10 November 2024, merupakan langkah besar menuju fasilitas yang dirancang untuk mencapai emisi nol bersih sejak hari pertama, dengan investasi sebesar US$1,4 miliar,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (27/2/2025).
Bos Vale Indonesia itu menambahkan proyek pengembangan tambang Pomalaa sedang dalam proses penyelesaian pada kuartal II/2026.
Sementara itu, kolaborasi INCO dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan Ford Motor Co. pada proyek HPAL Pomalaa disebut terus mengalami kemajuan yang pesat.
“Inisiatif ini akan semakin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasokan baterai kendaraan listrik global,” katanya.
Selain itu, INCO juga mengungkapkan bahwa izin lingkungan untuk proyek pengembangan tambang bijih limonit Sorowako telah diberikan pada akhir 2024. Izin tersebut memungkinkan Vale Indonesia melanjutkan rencana perluasan proyek pada 2025.