Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merdeka Copper (MDKA) & Indika (INDY) Siap Tadah Berkah Peluncuran Bank Emas

Merdeka Copper (MDKA) dan Indika Energy (INDY) siap menadah berkah dari peluncuran bank emas atau bullion bank Prabowo Subianto.
Nyoman Ary Wahyudi,Fahmi Ahmad Burhan
Rabu, 26 Februari 2025 | 15:43
(Kiri) Presiden Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) usai meresmikan layanan Bank Emas di Jakarta, Rabu (26/2/2025)/Bisnis-Akbar Evandio
(Kiri) Presiden Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) usai meresmikan layanan Bank Emas di Jakarta, Rabu (26/2/2025)/Bisnis-Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan bank emas atau bullion bank pada hari ini, Rabu (26/2/2025). PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) siap menadah berkah dari peluncuran entitas baru tersebut.

GM Corporate Communication MDKA Tom Malik mengatakan pembentukan bank emas diharapakan dapat memberi keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakat. Di antaranya melalui penghematan devisa, industri bisa mendapat sumber pembiayaan proyek, bank bisa mendiversifikasi produk, dan masyarakat mendapatkan return simpanan.

"Bank emas kemudian diharapkan menstimulasi nasabah untuk menyimapan emas bullion," katanya kepada Bisnis pada Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, bank emas mirip dengan bank konvensional, namun yang disimpan adalah emas bullion dan targetnya adalah nasabah ritel maupun korporasi. Ia menilai bank emas bisa meningkatkan demand dalam negeri terhadap emas sebagai investasi dan tabungan.

"Secara umum, peningkatan demand akan mendorong peningkatan supply, namun tambang emas seperti yang dimiliki MDKA tidak bisa serta merta meningkatan produksi karena tergantung dari sumber daya, kapasitas terpasang, perizinan, dan lainnya," tutur Tom.

Senada, PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga menyambut baik peluncuran bank emas pertama di Indonesia tersebut. Peluncuran bullion bank diharapkan akan memperbesar kontribusi pendapatan bisnis non batu bara perseroan.

Seiring dengan hal tersebut, Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid menargetkan aset tambang emas Awakmas bakal beroperasi mulai tahun depan.

“Tahun depan bisa mulai produksi, apalagi sekarang bullionnya [Bank emas] sudah dibuat oleh pemerintah, pengadaan dari BSI [Bank Syariah Indonesia] kan,” kata Arsjad kepada Bisnis, Selasa (18/2/2025).

Arsjad mengatkan perseroannya tengah berupaya untuk memperbesar kontribusi pendapatan pada bisnis non batu bara. Hanya saja, menurut dia, komitmen itu memerlukan waktu.

“Kita masih moving away, karena yang paling kick off banget nanti bila mana misalnya contoh seperti emas tahun depan akan mulai produksi,” kata Arsjad.

Seperti diketahui, INDY mendapat pendanaan sebesar US$250 juta dari konsorsium bank Mandiri, BNI, UOB, DBS hingga KB Bukopin untuk proyek tambang Awakmas ini.

Perkiraan total investasi untuk pengembangan blok tambang Awakmas mencapai US$429 juta hingga 2026. Adapun, INDY telah menghabiskan dana sebesar US$238,9 juta per September 2024.

Proyek Awakmas sebelumnya merupakan proyek greenfield yang diakuisisi secara bertahap mulai Desember 2018 dan dimiliki sejak Oktober 2021.

Proyek ini berlokasi di Sulawesi Selatan sekitar 370 kilometer dari Makasar. Berdasarkan data INDY, proyek Awakmas memiliki sumberdaya potensial mencapai 2,29 juta onz dan cadangan potensial sebesar 1,45 juta onz.

Sementara itu, kandungan emas diperkirakan mencapai 1,33 gram per ton. Di sisi lain, INDY memegang kontrak karya yang diperbarui pada Maret 2018 sampai dengan 2050 mendatang.

Adapun, total produksi emas dari proyek ini diperkirakan mencapai 100.000 oz per tahun.

Sementara itu, MDKA tercatat merealisasikan volume produksi emas sebanyak 138.666 ons pada 2023. Capaian itu lebih tinggi 16% dibanding produksi emas pada 2024 sebanyak 115.867 ons. Pada saat yang sama, volume penjualan emas MDKA mencapai 129.867 ons pada 2023 dan 108.471 ons pada 2024.

Adapun, rata-rata harga jual emas MDKA tercatat naik dari US$1.939 per ons menjadi US$2.371 per ons pada 2024.

Bank Emas Resmi Diluncurkan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan layanan Bank Emas atau bullion bank di Indonesia pada Rabu (26/2/2025).

Presiden Ke-8 RI mengatakan bahwa menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 RI ada banyak terobosan yang dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah meresmikan layanan Bank Emas.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Gade Tower, Rabu (26/2/2025).

“Menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesua yang punya cadangan emas ke-6 terbesar di dunia untuk pertama kali akan memiliki bank emas,” ujarnya dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa Februari menjadi bulan bersejarah lantaran pemerintah telah melakukan beberapa kebijakan strategis, sebagai bagian dari ikhtiar dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik.

Kebijakan yang dimaksud, kata Prabowo, mulai dari mengumumkan kebijakan kewajiban penyimpanan DHE SDA di dalam negeri, lalu peluncuran Badan Pengelola Badan Pengelola (BP) Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan Layanan Bank Emas.

Bullion bank dibentuk dengan payung hukum Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang disahkan pada 12 Januari 2023. Aturan ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper