Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo Luncurkan Bullion Bank, Intip Produksi Emiten Tambang Emas ANTM, BRMS, AMMN Cs

Simak realisasi volume produksi enam emiten di BEI yang memiliki lini bisnis pertambangan emas jelang peluncuran Bank Emas atau Bullion Bank hari ini.
Pegawai menunjukan emas batangan di kantor cabang Galeri24 Pegadaian di Depok, Jawa Barat, Selasa (14/1/2024)./Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan emas batangan di kantor cabang Galeri24 Pegadaian di Depok, Jawa Barat, Selasa (14/1/2024)./Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto direncanakan meluncurkan bank emas atau bullion bank, pada hari ini, Selasa (26/2/2025). Simak realisasi volume produksi enam emiten di BEI yang memiliki lini bisnis pertambangan emas. 

Bank emas atau bullion bank merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar emas Indonesia dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.

"Kita akan bentuk bank emas. Selama ini, kita tidak punya bank untuk emas kita, tidak ada di Indonesia. Emas kita banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri," kata Prabowo dalam keterangan pers terkait kewajiban menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) pekan lalu (17/2/2025).

Bullion bank dibentuk dengan payung hukum Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang disahkan pada 12 Januari 2023. Aturan ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.

Dalam regulasi teknis itu, OJK menetapkan bahwa kegiatan usaha bullion hanya boleh dilakukan oleh lembaga jasa keuangan dengan cakupan 4 usaha utama meliputi simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas.

Di Bursa Efek Indonesia, sedikitnya ada enam emiten yang memiliki lini bisnis penambangan emas yang sudah berproduksi. Mereka ialah PT Archi IndonesiaTbk. (ARCI), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR). 

Berikut realisasi volume produksi emas emiten-emiten penambangan emas. Siapa paling jumbo? 

  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
    Di sisi produksi, Antam mencatat volume produksi emas sebanyak 1.019 kg atau 32.762 troy ounces sepanjang 2024. Jumlah itu lebih rendah dari realisasi produksi emas pada 2023 sebanyak 1.208 kg atau 38.838 troy ounces.

Adapun, ANTM menorehkan rekor penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2024 sebanyak 43.776 kilogram (kg) atau 43,77 ton atau meningkat 68% dibandingkan dengan 2023 yang tercatat sebanyak 26.129 kg atau 840.067 troy ounces.

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
    Emiten tambang emas kongsi Grup Salim dan Keluarga Panigoro, AMMN tercatat merealisasikan produksi emas sebanyak 156.000 ons pada 2021, melonjak 367% menjadi 731.000 ons pada 2022, dan melandai 37% menjadi 463.000 ons pada 2023. Sementara itu, kandungan emas yang diolah pada 2023 mencapai 0,48 gram per ton.

Sepanjang Januari—September 2024, produksi emas AMMN melonjak 173% YoY dari 259.000 ons menjadi 708.000 ons sejalan dengan kenaikan kandungan emas yang diolah menjadi 0,87 gram per ton.

  • PT Archi IndonesiaTbk. (ARCI)
    Emiten afiliasi Rajawali Corpora milik Peter Sondakh ini mencatat volume produksi emas sebanyak 111.100 ons pada 2022 dan meningkat 11% menjadi 123.300 ons pada 2023. Peningkatan itu sejalan dengan kenaikan kandungan emas dari 1,07 gram per ton menjadi 1,2 g per ton. Sementara itu, volume penjualan emas ARCI tercatat sebanyak 117.300 ons pada 2022 dan 120.600 ons pada 2023.

     

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS)
    Emiten kongsi Grup Bakrie dan Grup Salim, BRMS meningkatkan kinerja operasional melalui peningkatan produksi emas pada 2023 menjadi sebesar 724 kg (23,270 oz) pada 2023. Capaian itu naik 330% dibandingkan tahun 2022, sebesar 174 kg (5,415 oz).

Sementara itu, produksi emas BRMS sepanjang Januari—September 2024 melonjak 176% dari 551 kg (16.437 ons) pada 9 bulan 2023 menjadi 1.411 kg (45.366 ons). BRMS juga mencatat lonjakan rata-rata harga jual emas dari US$1.914 per ons pada 9 bulan 2023 menjadi US$2.347 per ons pada 9 bulan 2024.

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)
    Emiten tambang Grup Saratoga, MDKA merealisasikan volume produksi emas sebanyak 138.666 ons pada 2023. Capaian itu lebih tinggi 16% dibanding produksi emas pada 2024 sebanyak 115.867 ons. Pada saat yang sama, volume penjualan emas MDKA mencapai 129.867 ons pada 2023 dan 108.471 ons pada 2024. Adapun, rata-rata harga jual emas MDKA tercatat naik dari US$1.939 per ons menjadi US$2.371 per ons pada 2024. 

  • PT United Tractors Tbk. (UNTR)
    Bisnis penambangan emas dijalankan UNTR melalui PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya. Sepanjang Januari—Desember 2024, volume penjualan emas entitas Grup Astra itu mencapai 232.077 gold equivalent ounces (GEOs). Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan volume penjualan emas UNTR pada 2023 sebanyak 175.430 GEOs. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper