Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Diproyeksi Melemah, Cermati Gerak Saham BBTN, INCO hingga BBCA

IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan hari ini, dengan saham pilihan Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas meliputi BBTN, BBCA, INCO, hingga HRTA.
Karyawan melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Senin (21/7/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Senin (21/7/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (29/8/2025). Di tengah proyeksi ini, saham pilihan hari ini meliputi BBTN, BBCA, INCO, hingga HRTA. 

Pada penutupan perdagangan Kamis (28/8/2025), IHSG lagi-lagi menyentuh level 8.000. Level tertinggi IHSG secara intraday terbentuk di level 8.022,76.

Meski demikian, IHSG ditutup menguat 15,91 poin atau 0,2% ke posisi 7.952,09 pada kemarin. Level itu merupakan posisi penutupan tertinggi IHSG sepanjang masa atau all time high (ATH) sekaligus mencerminkan kenaikan 12,32% secara year-to-date (YtD). 

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan bahwa indeks komposit ditutup naik tipis 0,20% ke posisi 7.952 pada perdagangan kemarin. Namun, penguatan indeks disertai sinyal teknikal yang mengindikasikan tekanan jual.

“Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut serta IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual,” ujarnya dalam publikasi riset harian. 

Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks komposit berisiko melemah menuju support level 7.900 dengan resistance berada di 8.020 dan pivot di 7.950. 

Valdy menuturkan bahwa dari sentimen eksternal, pasar mencermati keputusan Bank Sentral Korea Selatan yang mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5% untuk kedua kalinya, sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

Selain itu, investor juga mengawasi dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) sebesar 50% terhadap India yang berpotensi menekan sentimen perdagangan di kawasan. 

Sementara dari Eropa, Jerman akan merilis data Retail Sales Juli 2025 yang diperkirakan melemah 0,4% secara bulanan, setelah pada Juni naik 1%. Inflasi Jerman juga diperkirakan meningkat menjadi 2,1% pada Agustus dari 2% bulan sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan pada hari ini, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI). 

Di sisi lain, tim riset MNC Sekuritas menilai IHSG cenderung konsolidasi dan kembali tertahan di area resistance. Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan tengah berada pada fase wave [v] dari wave 1 dalam struktur wave (3) pada label hitam.

MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa level support indeks komposit hari ini berada di 7.848 dan 7.680, sementara level resistance diestimasikan di posisi 8.008 dan 8.103.

“Dengan kondisi ini, ruang kenaikan IHSG berpotensi kembali terbatas di area resistance dalam jangka pendek,” tulis tim riset MNC Sekuritas. 

 

Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas:

 

BBNI – Buy on Weakness

BBNI menguat 0,22% ke level 4.460 meski masih didominasi tekanan jual. Pergerakan saham masih mampu bertahan di atas MA200. Saat ini, posisi BBNI diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c).

- Buy on Weakness: 4.310–4.430

- Target Price: 4.530, 4.650

- Stoploss: di bawah 4.230

 

INCO – Buy on Weakness 

INCO terkoreksi 1,04% ke 3.800 dengan tekanan jual, namun masih bertahan di atas MA20. Selama mampu bertahan di atas 3.610 sebagai level stoploss, INCO diperkirakan berada di awal wave v dari wave (c).

- Buy on Weakness: 3.720–3.790

- Target Price: 4.030, 4.250

- Stoploss: di bawah 3.610

 

PNLF – Buy on Weakness

PNLF naik 1,50% ke 270 dengan disertai volume pembelian, serta bertahan di atas MA60. Posisi PNLF diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [i].

- Buy on Weakness: 266–270

- Target Price: 282, 290

- Stoploss: di bawah 264

 

WIRG – Spec Buy

WIRG ditutup stagnan di 197 namun disertai volume pembelian. Selama mampu bertahan di atas 188, posisi WIRG diperkirakan berada di awal wave 5 dari wave (C) pada label hitam.

- Spec Buy: 192–196

- Target Price: 222, 252

- Stoploss: di bawah 188

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro