Bisnis.com, JAKARTA — Konglomerat Prajogo Pangestu menambah kepemilikan saham di PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) pada perdagangan Selasa (25/2/2025).
Prajogo membeli 1,5 juta saham biasa dengan rata-rata harga Rp6.272 per saham. Transaksi dilakukan saat harga saham BREN jatuh ke rentang Rp6.100 per saham sampai dengan Rp6.350 per saham.
Direktur dan Corporate Secretary BREN Merly mengatakan transaksi itu dilakukan Prajogo Pangestu untuk tujuan investasi pribadi. Apabila dikalkulasi, Prajogo merogoh kocek Rp9,4 miliar untuk melaksanakan transaksi pembelian saham tersebut.
“Untuk tujuan investasi pribadi,” kata Merly lewat keterbukaan informasi, Rabu (26/2/2025).
Setelah transaksi, Prajogo Pangestu kini memiliki 132.387.700 saham BREN atau setara dengan 0,09896% hak suara.
Di lantai bursa, saham BREN pada perdagangan hari ini menguat ke level Rp6.325 per saham atau naik 3,27% hingga pukul 10.30 WIB. BREN rebound setelah merosot 2,78% pada perdagangan Selasa (25/2/2025).
Sementara itu, saham BREN sudah melorot 29,36% sepanjang 1-26 Februari 2025 dibanding posisi akhir Januari 2025 di level Rp9.025 per saham. Sepanjang tahun berjalan 2025, BREN amblas 31,26% dari posisi akhir 2024 Rp9.275 per saham.
Sebelumnya, Prajogo Pangestu telah menambah muatan di saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) pada akhir Januari 2025, dengan nilai transaksi mencapai Rp28,54 miliar.
Pengendali holding Grup Barito itu, membeli 30.900.000 saham BRPT dengan harga pembelian rata-rata sebesar Rp923,77 per saham.
Dengan demikian, jumlah investasi yang ditempatkan Prajogo Pangestu untuk transaksi barunya itu mencapai sekitar Rp28,54 miliar. Adapun, transaksi pembalian saham BRPT tersebut dirampungkan Prajogo pada 30 Januari 2025.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan BRPT David Kosasih mengatakan tujuan transaksi yang dilakukan Prajogo Pangestu itu sebagai investasi.
Setelah pembelian saham biasa itu, Prajogo Pangestu kini memiliki 66,88 miliar saham BRPT, ekuivalen dengan persentase hak suara mencapai 71,35%.
“Tujuan dari transaksi untuk investasi,” kata David lewat keterbukaan informasi, Rabu (5/2/2025).