Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah analis menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini, Rabu (26/2/2025).
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan kisaran support 6.500/6.415 dan resist 6.675/6.760.
Tren bearish kali ini kembali ditekan pelemahan mayoritas indeks di bursa Wall Street dan turunnya harga sebagian besar komoditas.
“Serta berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan,” tulis CGS International Sekuritas dalam riset harian, Rabu (26/2/2025).
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk waspada potensi losing momentum apabila IHSG breaklow 6.550 hari ini. Sebaliknya, IHSG berpeluang membentuk minor double bottom jika bertahan di atas 6.550.
“Danantara masih direspons beragam oleh pelaku pasar secara umum. Pasar masih dipengaruhi oleh isu-isu negatif yang berkembang mengenai pengelolaan dan kinerja SWF di beberapa negara tetangga,” tulis tim riset Phintraco.
Baca Juga
Dari eksternal, rencana implementasi paket tarif oleh Amerika Serikat (AS) dan antisipasi hasil Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18 Maret sampai dengan 19 Maret 2025 bakal menajdi fokus utama pelaku pasar.
“Top picks di Rabu (26/2) meliputi ESSA, PWON, SSIA, ERAA, dan JPFA,” tulis tim riset Phintraco.
Sebelumnya, Morgan Stanley memangkas peringkat saham MSCI Indonesia dari equal weight menjadi underweight dalam riset terbarunya.
Sementara itu, acuan dana investasi global tersebut mengerek peringkat indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) China dari underweight ke equal weight.
“Tren return on equity kini lebih menguntungkan China, terutama karena upaya perbaikan sektor-sektor dengan bobot besar dalam indeks, sementara Indonesia menghadapi hambatan pertumbuhan,” tulis Equity Strategist Morgan Stanley Jonathan Garner lewat riset dikutip, Selasa (25/2/2025).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.