Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Sultan Subang Disuspensi BEI, Kali Ini Giliran ZATA

Saham emiten Sultan Subang Asep Sulaeman PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) disuspensi BEI, menyusul BEBS.
Saham emiten Sultan Subang Asep Sulaeman PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) disuspensi BEI, menyusul BEBS.
Saham emiten Sultan Subang Asep Sulaeman PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) disuspensi BEI, menyusul BEBS.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi emiten Sultan Subang Asep Sulaeman PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) akibat penurunan harga kumulatif yang signifikan. 

Berdasarkan pengumuman nomor Peng-SPT-00006/BEI.WAS/01-2023, Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham ZATA pada perdagangan tanggal 31 Januari 2023.

"Penghentian sementara perdagangan Saham ZATA tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA),” tulis BEI, dikutip Selasa (31/1/2023). 

Bursa juga menimbau para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ZATA. 

Saham emiten milik Sultan Subang berdasarkan data RTI Business berada pada level gocapan yaitu Rp55 per saham. Secara akumulasi, ZATA telah mengalami penurunan sebesar 52,17 persen dalam tiga bulan, sedangkan dalam waktu sepekan, ZATA amblas 22,54 persen. Kapitalisasi pasar ZATA tercatat sebesar Rp467,28 miliar. 

Berdasarkan komposisi kepemilikan saham, PT Lembur Sadaya Investama milik Asep Sulaeman memiliki saham sebesar 62,22 persen setelah sebelumnya melakukan divestasi sebesar 10,71 persen. 

Diketahui pula bahwa ZATA bukan satu-satunya emiten milik Asep yang disuspensi Bursa. Perusahaan lainnya ialah PT berkah Beton Sedaya Tbk. (BEBS) yang telah disuspensi sejak 19 Januari 2023. 

BEBS terpantau berada di harga Rp595 per saham dengan akumulasi penurunan sebesar 35,33 persen dalam satu tahun atau 21,19 dalam sepekan. Kapitalisasi pasar BEBS tercatat sebesar Rp26,78 triliun. 

Selain itu, BEBS juga dikabarkan gagal membayar repurchase agreement (REPO) dan saat ini tengah dalam pemeriksaan oleh KPEI. 

 
pangan bg

Uji pemahamanmu mengenai aplikasi mobile banking

Apa yang menjadi pertimbangan utama Anda dalam memilih aplikasi mobile banking?

Seberapa sering Anda menggunakan aplikasi mobile banking?

Fitur apa yang paling sering Anda gunakan di aplikasi mobile banking?

Seberapa penting desain antarmuka yang sederhana bagi Anda?

Apa yang membuat Anda merasa nyaman menggunakan aplikasi mobile banking tertentu?

Apakah Anda mempertimbangkan reputasi bank sebelum mengunduh aplikasinya?

Bagaimana Anda menilai pentingnya fitur keamanan tambahan (seperti otentikasi biometrik)?

Fitur inovatif apa yang menurut Anda perlu ditambahkan ke aplikasi mobile banking?

Apakah Anda lebih suka aplikasi yang memiliki banyak fitur atau yang sederhana tetapi fokus pada fungsi utama?

Seberapa penting integrasi aplikasi mobile banking dengan aplikasi lain (misalnya e-wallet atau marketplace)?

Bagaimana cara Anda mengetahui fitur baru pada aplikasi mobile banking yang Anda gunakan?

Apa faktor terbesar yang membuat Anda berpindah ke aplikasi mobile banking lain?

Jika Anda menghadapi masalah teknis saat menggunakan aplikasi, apa yang biasanya Anda lakukan?

Seberapa puas Anda dengan performa aplikasi mobile banking yang saat ini Anda gunakan?

Aplikasi mobile banking apa yang saat ini Anda gunakan?

pangan bg

Terimakasih sudah berpartisipasi

Ajak orang terdekat Anda untuk berpartisipasi dalam kuisioner "Uji pemahamanmu mengenai aplikasi mobile banking"


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper