Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menilai positif peluncuran bank emas atau bullion bank awal tahun ini. Perseroan pun menargetkan bisa memasok sekitar 24 ton hingga 28 ton emas ke PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tahun ini.
Tony mengatakan Bank Emas itu bakal mendukung ekosistem industri emas dari hulu sampai dengan hilir yang telah terbentuk saat ini.
Tony menargetkan perseroannya bisa memasok sekitar 24 ton sampai dengan 28 ton emas kepada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada tahun buku 2025. Selanjutnya, dia berharap Freeport bisa memenuhi kontrak pengiriman sampai 30 ton emas mulai tahun depan.
“Tahun ini kan karena smelternya belum berproduksi jadi kita masih mengandalkan lumpur anoda yang dari PT Smelting,” kata Tony saat ditemui selepas peresmian bullion bank di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, Tony mengatakan, perseroannya saat ini masih melakukan eksplorasi lanjutan untuk tambang bawah tanah di Grasberg.
Salah satu prospek yang belum tergerap itu di antaranya Kucing Liar. Prospek ini diperkirakan menyimpan deposit tembaga mencapai 6 miliar pound dan emas sekitar 6 juta ounce.
Baca Juga
Masa produksi Kucing Liar diproyeksikan sampai 2053, dengan asumsi produksi komersial dimulai pada 2024.
“Tapi tahun 2027 kira-kira baru mulai akan produksi [Kucing Liar],” kata dia.
Seperti diketahui, PTFI dan ANTM sebelumnya menandatangani perjanjian jual beli emas pada November 2024 lalu. Kontrak itu berjangka 5 tahun dengan nilai US$12,5 miliar atau sekitar Rp200 triliun. PTFI berkomitmen untuk memasok sebesar 30 ton emas kepada Antam setiap tahunnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo resmi meluncurkan layanan Bank Emas atau bullion bank di Indonesia pada Rabu (26/2/2025).
Prabowo mengatakan terdapat potensi tambahan PDB sekitar Rp245 triliun dari layanan Bank Emas tersebut. Selain itu, Prabowo mengatakan, ekosistem bullion bank bakal membuka lapangan kerja sebanyak 1,8 juta.
“Kita harapkan bahwa ini akan meningkatkan PDB kita kalau tidak salah bisa menambah Rp245 triliun,” kata Prabowo saat membuka peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Gade Tower, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, Prabowo berharap bullion bank itu juga ikut membantu menghemat devisa negara. Dia mengatakan emas akan diolah dari industri hulu sampai dengan hilir dan disimpan di dalam negeri.
“Dan tidak mengalir ke luar negeri meningkatkan juga pengendalian stabilitas moneter melalui mekanisme likuidasi emas kepada bank emas di dalam negeri,” kata Prabowo.